Menjadi Pegawai PLN #6 : Pembidangan di Udiklat Bogor

Halo guys. Akhirnya menulis lagi tentang menjadi pegawai PLN. Sebelumnya saya membahas tentang samapta di Pusdikajen. Setelah itu, kami langsung ke Pembidangan di Udiklat Bogor. Gak pulang. Tapi langsung dikarantina lagi. Jadi siswa. Terhitung berarti udah 10 hari ninggalin rumah.

Oiya. Btw saya seangkatan sekitar 500 an orang. Pas samapta, ada di 2 tempat, yaitu Pusdikajen dan Pusdikzi. Setelah itu, dibagi lagi pembidangannya di Bogor. Atau biasa disebut dengan Project Academy.

Dari lembang kami berangkat pas habis solat Ashar, di Bogor sekitar pukul 9 malam. Capek banget. Tapi pas masuk belum apa-apa disuruh jalan jongkok. Ini capek banget sih. Alasannya kenapa? katanya buat latihan fisik aja. Katanya medan di sini gak biasa. Eh ternyata bener juga bro. Jalannya naik turun bukit.

Saya tidur di Mess. satu kamar isinya sekitar 40 orang. Nama messnya Wahidin. Dan di Wahidin ini sangat mirip sama barak TNI. Kasurnya atas bawah. Tapi enak banget. Rame. Kalo pas sholat, kita biasa solat berjamaah rame-rame. Kalo lagi ngobrol juga ngobrol bareng. Apalagi yang diobrolin kecuali kehidupan kita sekarang.

Nah itu belum intinya guys. Jadi Pembidangan ini adalah suatu fase dimana kita akan dikenalkan dengan bidang kita nantinya di PLN. Karena saya dari IT, maka sayapun belajar IT. Mulai Senin s.d Jumat. Sabtu Minggu libur.

Kehidupan selama pembidangan berlangsung selama sekitar 2,5 bulan. Messnya di bawah, Masjid di atas, lapangan di atas, kelas di atas, kanti di bawah.

Pagi-pagi bangun jam 3. Kalo gak bangun jam 3, nanti pasti susah buat mandi. Karena rebutan kamar mandi itu berat. Kamu gak akan kuat. (Lah kok malah dilan). Habis itu kalo lagi niat ya Solat sebelum ke Masjid. Karena kita harus udah ada di Masjid sebelum adzan menjelang. Kalo nggak, kita bakalan kena sama komandan.

Setelah solat, kita senam bareng. Kadang ada sesi hukuman karena kami ada yang melanggar. Kalo kata dulu sih elek elekan.

Habis senam, kami langsung ke mess lagi untuk mandi. Beruntunglah yang udah mandi sebelum subuh. Udah bersih. Tapi teman saya ada yang gak mandi juga karena emang gak ada waktu dan rebutan sama siswa lain. Setelah itu, kami sarapan. Dan sarapannya pun harus bareng, doa bareng, dan selesai bareng. Ini paling kerasa sih kebersamaannya.

Setelah itu, kami berangkat ke kelas. Oiya sebelum masuk kelas apel dulu sebentar. Ini seninya. Ketua kelas harus tahu jumlah anggotanya. Karena tiap pagi harus laporan. Yang sakit berapa, yang ijin berapa, dll. Setelah apel kita masuk ke kelas.

Materi pembidangan banyak dibawakan oleh pegawai dari Disjabar dan dari PLN Pusat. Alhamdulillah pematerinya sangat luar biasa dan bahkan ada yang kenal sampai sekarang. Di akhir sesi biasanya ada ujian. Dan alhamdulillah lancar dan entah bagaimana penilaiannya saya menjadi siswa terbaik se udiklat bogor pada waktu itu.

Oke lanjut.

Oiya ketika siang, kita harus makan siang di bawah dan solat di atas. Habis itu ke kelas. Pas selesai kelas, kami balik ke mess. Kegiatan bebas setelah ini. Ada yang futsal, ada yang nyuci baju, ada yang nyuci baju sambil main futsal. *yakali.

Maghrib menjelang. Kami solat maghrib lalu makan malam. Btw makannya di sini alhamdulillah makmur. Meskipun bisa dibilang membosankan. Nasi, sayur, lauk 3 macam, dan ada buahnya. Kalo pagi kadang ada susu. Berat badan naik drastis.

Setelah itu kami harus solat isya di Masjid di atas. Lagi lagi kami berbaris. Oiya lupa lagi. Ketika berjalan, kita harus baris. Sambil nyanyi. Iya nyanyi.


Lagu-lagunya liriknya sebagai berikut :

LIKA LIKU

Lika liku lika liku laki laki
Jalan yang dilalui Jalan yang dilalui
Pahlawanku… Pahlawanku pahlawanku
Dikau gagah berani

Walaupun sakit yang dirasakan
Hujan dan guntur bukan rintangan
Terus maju…. (Demi satu tujuan)
SK PLN

TATAP MATA

Tatap mata yang tajam
Sikap penuh wibawa
Semangat berkobar di dada

Berat sama dipikul
Ringan sama dijinjing
Patah tumbuh hilang berganti

Walau petir menggelegar diiringi angin topan
Kesetiaan kami pantang munduuuuuuuuur

Kami berani
Kami perkasa
Kami siap segalanyaa

Derap langkah nan gagah perkasa
Seirama dan satu suara
Sambil bernyanyi lagu hura-hura
Itulah kami, siswa PLN

Ayun kakimu kiri dan kanan
Atur langkah, jaga kerapian
Jangan sampai, merusak barisan
Banjar dan safnya harus diluruskan

CITA CITAKU

Dulu aku bercita cita..
Menjadi pegawai PLN
Berdiri tegap gagah perkasa
Tunaikan tugas yang mulia

Kini aku sedang ditempa
Dalam gemblengan udiklat bogor
Lupa kawan lupa saudara
Lupakan saja sementara

Saya tahan sakit-sakit jangan masuk rumah sakit
Saya tahan menderita siang malam kuditempa
Walau diriku ditempa hatiku selalu gembira
Gembira… gembira selamanya…..

Bergembiiiiiiiraa
Senantiaaasa
Selalu Gembira
Hilangkanlah rasa sedih sejauh-jauhnya

Rasa seeedih
Rasa suuuusah
Tiada gunanya
Berlatih dengan gembira angkatan 49

TINGGALKAN AYAH IBU

Tinggalkan ayah tinggalkan ibu
Ijinkan kami pergi berjuang
Di bawah kibaran merah putih
Majulah ayo maju menyerbu

Tidak kembali pulang
Sebelum kita yang menang
Walau badan direndam di kolam ikan
Demi bangsa kami kan berjuang

Maju ayo maju ayo terus maju
Singkirkan dia dia dia
Kikis habiskan mereka
Musuh negara Indonesia

Wahai kawanku pasukan 49
Dimana engkau berada?
Teruskan perjuangan para pahlawan
Demi bangsa kami kan berjuang
SELAMAT TINGGAL KEKASIHKU

Selamat tinggal kekasihku
Aku pergi takkan lama
Hanya 2 bulan saja
Kita pasti berjumpa pula

Dari segala penjuru
Kami datang tuk bersatu
Siang malam tak terasa
Suka duka di Udiklat Bogor

FORGET TO ME

Saya tunggu engkau
Saya tunggu engkau
Rupanya engkau forget to me

Saya tunggu engkau
Saya tunggu engkau
Rupanya engkau forget to me

Rambate rantahayo tarik tambang
Di sini aku jadi tambah senang
Andaikan aku burung aku akan terbang
2 bulan lagi aku akan pulang

Bangun pagi pagi menuju ke lapangan
Untuk mengikuti latihan candradimuka
Tak tahan rasanya ingin segera pulang
Pendidikan belum usai

Mau makan jalan jongkok
Habis makan lompat kodok
Dicaci dimaki dan dibentak bentak

Wahai pelatihku betapa kejam dirimu
Wahai pelatihku betapa jeli matamu
Andaikan kau tahu apa isi hatiku
Kucinta padamu….
Kusayang padamu….

PLN Beraksi

PLN Beraksi…
Walau panas terik matahari
Berjuta kali PLN Beraksi
Bagiku itu langkah pasti

Hari hari esok adalah milik kita
PLN kebanggaan negara
Gegap gempita kami PLN yang selalu semangat 55

Marilah kawan mari kita nyanyikan
Sebuah lagu… lagu kemenangan

TUJEDE KATOYE

Tujede katoye janna sannam
Pyar hotahai diwana sannam

2 bulan ku di udiklat bogor
Kami datang dengan tampang keren

Dididik dibina ditempa
Tuk jadi PLN yang jaya hahaha

GADIS AYU

Hei kau gadis ayu
Kenapa dulu kau bilang i love you kepadaku
Tapi sekarang kau diam membisu sayang
Sejak kau tahu apa profesiku

Tega nian kau tinggalkan aku sayang
Setelah kau mendapat yang baru
Tapi sekarang kau diam membisu sayang
Sejak kau tahu apa profesiku

Hei hei hei hei hei hei
Hei cewek jaman sekarang
Rata-rata mata duitan

LONG MARCH

Long march long march adalah jalan jauh
Yang harus kita tempuh dengan semangat satria
Naik gurun turun gunung tiada mengenal lelah

Kaki lecet sepatu diseret kerongkongan haus dahaga~
Siap tunggu perintah


 

LANJUT CERITA

Panjang banget ya. Lanjut ya ceritanya.

Setelah solat isya, kami ke mess dan acara bebas. Ada yang tidur, ada yang main tenis meja, ada juga yang ngegym. Dan gak lupa, ada juga yang nyuci baju #teteup.

Selama di udiklat bogor, masih diberlakukan reward and punishment. Rewardnya paling banter tepuk tangan dan pujian. Punishmentnya macem-macem. Ada yang merangkak, ada yang jalan jongkok, ada yang direndem di kolam, ada yang tiduran di lapangan pas hujan, ada yang push up. Ya salah kami juga sih pas waktu itu gak disiplin. Dan satu salah, kalo kita gak ngingetin berarti semua juga salah.

Selain itu, potongan rambut juga gak boleh panjang. Tiap minggu ada tukang potong rambut nih main ke udiklat buat nyukur siswa untuk botak kembali.

HP gak boleh dibawa selama pembidangan. HP akan dikembalikan kembali ketika Jumat sore. Setelah itu HP akan balik disita ketika Senin pagi. Dan ternyata memang betul, hal ini membuat kita menjadi punya komunikasi yang berkualitas. Rasanya jadi deket banget karena sering ngobrol sama temen.

Kita gak boleh keluar. Paling jauh sih palingan di warung depan buat beli sabun sama sampo. Tapi di suatu kesempatan, kita bisa keluar ke mall atau yang paling hits sih di Cimory. Dan harus balik sebelum jam 5 sore.

Hawa di bogor ini sangat dingin. Sangat dekat dengan puncak.

Dalam suatu kesempatan, Kami mengadakan acara. Salah satunya yaitu tahun baru. Menutup tahun baru bersama. Selain itu, kami juga mengadakan momen farewell party. Dan lagilagi saya jadi tim PubDok. As always.

Kehidupan di Udiklat mungkin adalah salah satu kehidupan paling teratur saya. Dan saya akui sebagai salah satu pembentukan pribadi saya.

Cukup sedih sebenernya harus keluar pembidangan. Tapi life must go on. Kita harus kembali melangkah ke fase selanjutnya.

Okey. Mungkin itu tadi sedikit cerita saya tentang masa pembidangan di Udiklat Bogor. Salah satu momen terindah saya. Assalamualaikum.
 

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *