Menjadi Pegawai PLN #5 : Samapta di Pusdikajen

Setelah lolos dari interview, seluruh peserta harus mengikuti masa prajabatan. Atau dengan kata lainnya menjadi seorang siswa. Kenapa siswa? karena kami masih menjalani proses Diklat (Pendidikan dan Pelatihan). Ada 3 tahapan ketika menjalani diklat. Samapta, Pembidangan, dan OJT.

Samapta di Pusdikajen

Setelah menandatangani kontrak, kami harus mengikuti diklat prajabatan. Sekitar 2 minggu setelah menandatangani kontrak, kami menjadi siswa. Setelah itu, panitia memberikan beberapa syarat tentang apa yang harus dibawa ketika pergi ke tahap selanjutnya.

Beberapa peralatanpun akhirnya harus dibawa. Antara lain alat mandi, seragam, obat-obatan pribadi, alat tulis, dan kepala harus botak plontos. Iya plontos. Dan ternyata kita berangkat untuk mengikuti diklat fisik dan karakter di Pusdikajen Lembang.

Kami berangkat dengan bis. Iya bis. Bayangin bagaimana capeknya naik bis dari Surabaya ke Lembang. Kami berangkat pukul 9.00 pagi dan sampai di Lembang keesokan paginya. Lama? iya lama banget. Di sepanjang perjalanan kami kenalan sama temen baru yang sama-sama rekrutmen Surabaya.

Bagi yang belum tahu, Pusdikajen adalah Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal. Jadi gak kami aja yang ada di sana. Ada juga beberapa siswa TNI AD.

Sampai di Pusdikajen kami langsung menempati barak dan mandi sambil menunggu siswa dari kota lain. Setelah itu, kami disuruh menyetorkan barang-barang berharga dan memberi nama agar tidak tertukar atau hilang.

Dan hari-hari selanjutnya tentu kami digembleng secara militer. Hari pertama sudah dilatih merayap, guling-guling, push up. Hari seakan-akan sangat panjang sekali. Tak jarang ada teman kami yang muntah dan K.O. Entah berapa orang. Tapi saya terus melanjutkan pelatihan.

Hari demi hari ada banyak sekali materi yang didapat. Mulai dari baris berbaris, mendirikan kemah, memasak, merangkai sanjata, dsb. Oiya kami di sana sekitar 10 hari.

Ada beberapa event yang mengharuskan kami untuk menuju ke Hutan Maklampir di Cikole. Perjalanan sekitar 10 km harus kami lalui dan jalanan menanjak. Tapi karena bareng-bareng jadi tidak terasa tiba-tiba udah di atas aja. Dan saya selama di sana sudah ke sana 3 kali.

Pengalaman yang sangat luar biasa. Yang saya dapat dari pusdikajen adalah bagaimana rasa hormat terhadap orang lain. Lalu bagaimana kita bisa disiplin. Dan tentu saja pelatihan mental. Bangun pagi menjadi suatu hal yang biasa. Bangun jam 3 dan langsung mandi. Lalu solat subuh dan langsung sarapan.

Selain itu, rasa susah senang bersama menjadi salah satu hal yang saya dapat dan melekat sampai saat ini. Kadang masih ketawa-ketawa juga kalo inget kejadian macam itu. Kadang kangen, tapi kalo disuruh ngulangin pasti gak mau. Hahaha

Ok. sekian share malam ini. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di post selanjutnya.

PS : Maaf gak ada foto soalnya gak boleh bawa HP

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *