Menjadi Pegawai PLN #4 : The Interview

Halo guys. Setelah beberapa post sebelumnya bahas tentang film. Kali ini saya mau bahas tahapan seleksi lain setelah tes kesehatan. Tahapan selanjutnya adalah tes interview.

Jarak pengumuman dari tes kesehatan ke tes interview cukup lama. Kira-kira sekitar 3 minggu-1 bulan. Saya juga lupa. Tapi di antara waktu-waktu itu saya sempat melamar beberapa pekerjaan.

Oke. Namanya juga tes interview. Tes interview adalah tes wawancara (you dont say). Di awal-awal, saya harus menandatangani surat pernyataan yang pokoknya intinya mau ditempatkan di mana saja. Sebuah surat pernyataan yang harusnya dipahami oleh kita ketika melamar sebuah BUMN apalagi PLN yang unitnya seluruh Indonesia.

Jadi kita ditanya-tanyai pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan. Ketika itu saya ditanyai kebanyakan tentang kehidupan sehari-hari. Sibuk apa dsb. Tentu ada beberapa pertanyaan tipikal wawancara.

Tapi perlu saya tegaskan bahwa tes wawancara ini gak selalu sama. Ketika saya tanya ke teman-teman saya yang angkatan setelahnya, ternyata beda juga.

Satu pertanyaan wawancara yang paling saya ingat dan akhirnya membuat komitmen saya sampai saat ini.

“Siap ditempatkan dimana saja?”

“Siap pak”

“Yakin?”

“Yakin pak”

“Meskipun di kalimantan?”

“Iya pak”

dan akhirnya saya beneran di Kalimantan. Haha.

Sedikit tips kalo kamu wawancara. Jawaban jangan terlalu tinggi dan berbohong. Boleh tinggi asal itu benar-benar kamu lakukan. Ada psikolog di sana. Jadi kamu bakal ketahuan kalo kamu bohong atau tidak. Selanjutnya jangan telat!. Kalo bisa dateng 1 jam lebih awal. Selanjutnya sebelum berangkat kalo bisa sarapan secukupnya dan istirahat dengan cukup.

Terakhir, doa orang tua nomor 1. Jangan sampai ketinggalan.

Oke mungkin itu tadi pengalaman saya tes interview di PT. PLN (Persero). Semoga bermanfaat.

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *