The Greatest Showman, The Great Movie

Setelah mendapat bisikan bisikan ghoib kalo The Greatest Showman katanya bagus. Akhirnya saya memutuskan untuk menonton film ini. Sebenernya agak terlambat, di bioskop film ini tinggal 1 aja studionya. Tapi itu tidak menyurutkan langkah saya untuk nonton film ini. *benerin peci*.

Seperti biasa, kita lihat Trailernya dulu ya :

Trailer selanjutnya :

Dari Trailernya aja saya sudah bisa melihat gimana nantinya film ini.

The Greatest Showman adalah sebuah drama musical. Mungkin kamu akan langsung mikir film sejenis yaitu La La Land atau yang lebih ekstrim, Kuch Kuch Hota Hai. Tapi ternyata ini sangat berbeda. Bagaimana bedanya? kita bedah sama-sama.

The Greatest Showman menceritakan seorang pria bernama Phineas Taylor Barnum. Barnum berasal dari keluarga sederhana. Ia menikahi Charity yang merupakan anak dari keluarga kaya raya. Tapi itu tak membuatnya menjadi kaya pula. Ia memilih hidup sederhana dengan 2 orang anak perempuannya. Mereka hidup bahagia walaupun sederhana.

Suatu saat, perusahaan tempat Barnum bekerja menjadi bangkrut dan semakin sulit pula kehidupan mereka. Tapi Barnum berhasil mengambil sertifikat kapal yang tenggelam milik perusahaannya. Sertifikat itulah yang digunakan Barnum untuk jadi jaminan peminjaman uang di Bank. Dari pinjaman dari uang tersebut, Barnum membuat sebuah museum. Tapi sayang sepi pengunjung.

Barnum pun tidak patah semangat, ia mencari manusia-manusia *maaf* aneh, cacat dan berkekurangan untuk melaksanakan sirkus bersama. Ada wanita besar berbrewok, manusia tertinggi, manusia kerdil dan ada juga manusia berbulu serigala. Mereka dikucilkan di masyarakat malah diajak oleh Barnum untuk sebuah pementasan. Tak disangka penonton semakin banyak. Tapi jumlah yang kontra juga banyak. Karena jaman dahulu sepertinya orang berkekurangan dipandang sebelah mata dan diusir dari kota.

Tapi Show must go on dan Barnum menjadi seorang yang kaya raya.

Selanjutnya mengandung spoiler

Hari demi hari berlalu. Barnum berkolaborasi dengan Phillips. Phillips memang dikenal sangat ahli dalam koneksi. Salah satu adegan paling epic di scene ini adalah ketika Barnum meminta Phillips untuk bergabung dengan sirkusnya. Dengan adegan di Bar, Barnum dan Phillips berjoget-joget sambil minum bir. Bingung jelasinnya. Epic lah pokoknya. Dan akhirnya Phillips bergabung dengan Barnum. Phillips berhasil membuat ratu Inggris mengundang Barnum ke istananya. Selain itu, ia mengenalkan dengan penyanyi Jenny Lind.

Barnum pun membuat pertunjukan menyanyi dengan Jenny Lind. Dengan lagu yang luar biasa, Never Enough. Barnum sukses besar dengan konser tersebut. Tapi hal ini membuatnya harus menjauh dari teman-temannya di Sirkus. Teman-teman sirkusnya tidak diijinkan untuk masuk ke konser tersebut. Barnum pun berjalan sendiri dengan konser yang lainnya.

Namun konser Barnum tidak berjalan lancar. Hubungannya dengan Jenny Lind menjadi tidak baik. Dan gedung sirkus yang dimilikinya dibakar oleh orang yang kontra dengan teman-teman sirkusnya. Segala apa yang dibuatnya musnah dengan sesaat.

Di tengah keterpurukannya, teman-temannya tidak marah dan memberikan support penuh mereka. Akhirnya Barnum bangkit kembali dengan pertunjukan tanpa gedung. Seperti sirkus yang ada saat ini. Menggunakan tenda.

Alur Cerita yang Sederhana

Mungkin dari kamu bertanya-tanya. Gini doang nih ceritanya? iya emang gitu aja. Sangat sederhana. Tapi dari hal sederhana itulah yang membuat film ini mudah untuk dinikmati. Gak ribet.

Musik yang amazing

Film ini memiliki musik yang sangat luar biasa. Dari awal sampai akhir kita akan dimanjakan dengan aksi musik yang easy listening tapi juga lirik yang dalam. Tercatat ada beberapa judul lagu yang menjadi OST The Greatest Showman antara lain: The Greatest Show, A Million Dreams, Come Alive, The Other Side, Never Enough, This Is Me, Rewrite The Stars, Tightrope dan From Now On.

Koreo + akting yang yahud

Tak bisa dipungkiri bahwa koreo di film ini sangat luar biasa. Semuanya begitu well prepared, dan kombinasi dengan akting di dalamnya begitu pas.

Coba lihat video berikut :

Lalu coba lihat adegan di menit ke 2:15. Chemistry Phillips dan Anne begitu terlihat natural. Seperti Anne kesal dan ingin menunjukkan siapakah dirinya kepada Phillips.

From nothing to something

Di film ini kita ditunjukkan bahwa meskipun kita punya kekurangan, tapi kita tidak perlu minder. Saatnya tunjukkan pada dunia apa yang bisa kamu perbuat dan lantang berteriak. This is Me!

Dan pada akhirnya ini film memang bagus menurut saya. Apalagi kalo ditonton di bioskop. Karena soundnya yang luar biasa. Dan kita disuguhkan visual yang memanjakan mata. Despite of cerita yang mungkin tidak terlalu kuat, tapi film ini termasuk salah satu Feel Good Movie (istilah saya sendiri hahahaa). Sampe rumah seperti terngiang-ngiang musik-musiknya dan sudah pasti, ada pesan moral yang bisa diambil.

Update : Ada video lyrics Never Enough juga

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *