Milea : Suara Dari Dilan

Halo guys! Kemarin saya nonton Milea : Suara dari Dilan bareng temen-temen dari Bandung di Balikpapan. Hehehe.

Milea Suara dari Dilan ini adalah film ketiga dari Dilan Series. Film ini disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq. Film ini juga adalah adaptasi novel dengan judul yang sama. Film pertamanya adalah Dilan, Dia Adalah Dilanku 1990 dan Dilan, Dia Adalah Dilanku 1991.

Di film Milea ini sama dengan film sebelumnya, diceritakan dengan alur flashback. Tapi bedanya ini dengan sudut pandang Dilan.

Spoiler Alert

Sebagaimana kita tahu ya bahwa di akhir film Dilan 1991 kemarin Milea dan Dilan berpisah. Kenapa mereka berpisah? semuanya terjawab secara runtut di film ini.

Bisa dibilang semua akibat dari film ini berasal dari salah paham. Dilan gak benar-benar menyerang kakaknya Anhar. Dilan salah paham dengan Yugo yang merupakan saudara dari Milea. Milea salah paham bahwa kematian Akew adalah karena geng motor. Dilan juga salah menyangka bahwa Milea sudah punya pacar teman bimbelnya yaitu Gunar, Milea juga salah menyangka Dilan sudah punya pacar yang mendampingi Dilan ketika pemakaman ayahnya. Semua karena salah paham. Semua akan terjawab di scene.

Karena memang dari sudut pandang Dilan, maka porsi Dilan dan keluarganya juga lebih besar. Tapi memang tidak terlalu detail. Selain itu juga penggambaran teman geng motornya juga lebih detail.

Di film ini juga akan ada banyak banget scene ulangan dari film sebelumnya. Bedanya, disertai latar belakang yang tidak pernah digambarkan di film sebelumnya.

Diceritakan latar belakang pertama kali Dilan memutuskan untuk mendekati Milea sampai meminta doa ke ibunya. Lalu bagaimana Dilan menyiapkan TTS yang dia isi sendiri untuk hadiah ulang tahun Milea. Dan masih banyak lagi.

Puncaknya tentu saja ketika Milea menelepon Dilan ketika mereka sudah punya pasangan masing-masing. Mereka mengenang masa-masa indah mereka. Dan dari telepon inilah akhirnya terungkap dan Dilan menyadari bahwa keduanya memang salah duga. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Mereka sudah bersama pasangan masing-masing.

Experience

Saya rasa ini adalah film yang lebih matang, gak terlalu banyak adegan-adegan cheezy yang bikin muntah kaya film sebelumnya. Tapi membuat kita menjadi ambyar. Penggambaran scene demi scene disertai dengan kemampuan Iqbaal dalam melakukan narasi membuat film ini menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Scene favorit saya tentu saja scene Milea menelepon Dilan. Scene paling ambyar sepanjang film.

Soundtracknya dari The Panas Dalam juga sangat baik mendukung mood film ini.

Namun sayang sekali aura 90 an udah kayanya emang gak terlalu jadi tujuan dari film ini. Mulai dari dandanan, gaya rambut, dan tempat. Saya rasa di tahun 90an belum ada blow rambut kaya si wati :)).

Apakah harus nonton film sebelumnya?

Kalo kamu udah nonton film sebelumnya, kayanya kurang pas kalo gak nonton film ini. Karena di dua film sebelumnya Dilan gak diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenernya terjadi. Mungkin agak sedikit bingung

Yang menggantung atau gak diceritain di film

Kita gak akan menemukan Cika (pacar Dilan) yang ada di Novel. Mungkin memang gak seberapa signifikan efeknya ke garis besar film.

Kita gak tahu kelanjutan kisah cintanya Dilan dengan Susi. Padahal Susi sudah menciumnya di bioskop.

Kita juga gak tahu kenapa dia masuk geng motor dan gimana dia dapat jaket iconic itu.

Simpulan

Pada akhirnya series Dilan berakhir ambyar meskipun di akhir film ada sebuah pesan. “Insya Allah kita bertemu lagi”.

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *