Halo guys, akhirnya nonton film lagi. Kali ini filmnya adalah Aruna dan Lidahnya.

Btw ini adalah sebuah spoiler content. Yang belum nonton jangan coba-coba membaca sampai akhir kalo gak mau dispolierin.
Aruna dan Lidahnya adalah sebuah film yang dibintangi oleh Dian Sastro Wardoyo, Nicholas Saputra, Oka Antara dan Hannah Alrasyid.
Diceritakan Aruna yang bekerja di sebuah kantor yang diharuskan untuk menyelidiki kasus Flu Burung yang menjalar di beberapa kota antara lain Surabaya, Pamekasan, Pontianak dan Singkawang. Bono yang menjadi seorang koki dan ingin sekali wisata kuliner akhirnya cuti dan ikut bersama dengan Aruna bekerja melakukan investigasi sekaligus berwisata kuliner.
Apakah bisa Aruna bekerja sekaligus kulineran? Jawabannya Bisa!. Karena kerja pun butuh makan yang akhirnya mereka kulineran.
Di Surabaya, di Warung Rawon Surabaya, ia bersama bertemu dengan Faris. Faris ini dulunya adalah teman dari Aruna yang mengundurkan diri dan bekerja menjadi klien dari Aruna sekarang. Faris ditugaskan untuk bersama-sama dengan Aruna untuk melakukan investigasi. Di scene ini juga kita kehadiran tokoh lain yang bernama Nadesda (ini bener gak ya tulisannya).
Bono ini suka sama Nadesda dan ia menceritakannya pada Aruna. Sedangkan Aruna menyukai Faris, tapi ia tidak pernah ingin mengakui jika menyukai Faris. Sepanjang perjalanan kita disuguhkan oleh konflik dari masing-masing tokoh yang punya latar belakang sendiri-sendiri.
Nadesda pernah affair dengan laki-laki yang sudah punya istri. Ia juga punya kondom dan pembalut yang selalu ia bawa. Kebiasaannya tidur dengan kaki dihadapkan ke atas menyandar ke tembok.
Aruna dan Faris dulu pernah sekantor. Mereka sangat dekat sampai akhirnya Faris sudah punya pacar dan Aruna sempat kaget. Karena Aruna memang menyukasi Faris. Lalu Faris akhirnya resign dan bergabung dengan perusahaannya saat ini.
Di sepanjang perjalanan kita banyak disuguhkan kuliner-kuliner nusantara. Coba gue list ya.
Sop buntut
Roti bakar mozzarella
Kari Udang India
Rawon Surabaya
Nasi Goreng
Rujak Soto
Nasi Campur
Kacang Kowa
Pengkang dan Sambal Kepah
Choi pan
Soto Lamongan
Oke seinget saya itu aja sih. Bakal diupdate kalo inget. Sekilas emang biasa aja. Tapi pengemasannya lagi lagi yang bikin ini jadi luar biasa.
Eksekusi dari film ini sangat bagus. Dialog yang muncul benar-benar dialog yang mengalir. Konflik di dalamnya juga menarik dan mungkin relate sama beberapa orang. Gue bocorin yah. Ada sebuah affair dari pemainnya dengan orang lain. Loh kok bisa makanan sama affair? ya jelas bisa. Silakan nonton.
Dian Sastro aktingnya juara. Masing sangat ingat gimana aktingnya di AADC dan saya melihatnya lagi di film ini. Dialognya sangat khas. Nada-nadanya. Benar-benar Dian Sastro banget.
Dan untuk pertama kalinya Dian Sastro tidak berjodoh dengan Nicholas Saputra. Tapi sama makanan haha.
Beberapa dialog dalam film ini :
Ati ati
Jangan terlalu antipati
Terus simpati
Terus empati
Terus jatuh hati– Bono, Aruna dan Lidahnya
— helmysatria.com (@satriahelmy) September 28, 2018
Hidup itu kaya makanan,
dalam satu piring ini nih
lu bisa ngerasain pahit sepahit pahitnya
atau yang seasin-asinnya
kalo makannya sendiri-sendiri– Bono, Aruna dan Lidahnya
— helmysatria.com (@satriahelmy) September 30, 2018
sebentar..sebentar… aruna dan lidahnya ini film bertema makanan? tapi liat dari trailer dan baca ini hampir gak nemu kenapa makanan jadi tema di film. Di sini kayaknya ttg persahabatan dan cinta. Seandainya mereka gak makan2 apakah film tetap mengalir?