Review Kafir : Bersekutu dengan Setan

Kemarin nonton film Horor yang lagi tayang di Bioskop. Yaitu Kafir : Bersekutu dengan Setan. Film ini bercerita tentang keluarga yang awalnya baik-baik saja tapi jadi sesuatu yang malapetaka.

Film dimulai dengan keluarga yang akan menyantap makan malam. Sang Bapak (Herman) memainkan piano Mawar Berduri, sedangkan si Ibu sedang masak kari ayam. Di luar rumah hujan disertai petir. Ketika makan di meja makan, tiba-tiba si Bapak tersedak dan mengeluarkan darah dari mulutnya disertai beling (kaca).

Btw ini spoiler konten. Kalo belum nonton mending di-skip aja.

Setelah Herman meninggal, mulailah kejadian kejadian aneh terjadi terutama pada sang Ibu (Sri). Seperti aka nada santet susulan. Andi punya pacar baru bernama Hanum dan Dina sibuk menelusuri kenapa ibunya bisa sedemikian rupa mendapat misteri.

Di tengah misteri yang mendera, Sri memilih untuk bertemu Jarwo yang punya kekuatan santet. Jarwo pun pergi ke rumah dan menelusurinya. Ternyata mereka sedang diganggu oleh santet. Jarwo dan Sri akhirnya sepakat untuk membalas santet tersebut. Tapi malang si Jarwo malah kalah dan terbakar di rumahnya sendiri.

Bisakah mereka mengungkap siapa yang menyantet mereka? Silakan tonton di bioskop terdekat 🙂

Gelap terang dari Petir

Yang saya suka dari film ini adalah bagaimana memanfaatkan petir untuk melakukan terror ke para pemeran. Penonton menjadi seperti insecure ketika gelap. Dan penonton menemukan jawabannya ketika petir menyambar.

Adegan Meja Makan

Film maker mencoba memberikan pengalaman memori bahwa setiap mereka makan, mereka selalu mendapatkan hal-hal yang berbahaya. Dimulai dari Herman yang tersedak dan keluar beling. Adegan kedua pun Andi juga tersedak. Hal ini memberikan isekuritas kepada penonton bahwa. “Wah ini bakal mati nih”. Atau “Wah bakal ada yang bakal mengancam”. Dan beberapa poin penting di film ini terjadi di Meja Makan.

Gak ada hantunya

Kalo kamu nyari tokoh hantu apa sih di film ini? Jawabannya gak ada!. Ini murni santet. Dan hantunya adalah manusia yang ngesantet itu. Baru sadar kenapa taglinenya kok bersekutu dengan setan yak arena ini adalah santet.

Atmosfer seram kerasa

Tren horror memang sedang berubah. Jika kebanyakan sekarang iini adalah semacam The Doll, atau The Conjuring yang menabur jumpscare di mana-mana. Beda dengan film ini. Atmosfer dirasakan dengan cara menamkan experience seakan-akan kita berada di film itu. Dengan permainan suasana, sound effect, sound track, petir dsb. Dan menurut saya salah satu hal yang harus ada di film horror selain cerita adalah atmosfernya. Terakhir saya merasakan ketika menonton Pengabdi Setan.

Sinematografi cakep

Sinematografi di film ini sangat sangat bagus. Gradingnya juga mantap. Suka banget lah pokoknya.

Ending yang kurang natural

Salah satu yang mengganjal di film ini adalah endingnya yang kurang natural. Ketika antagonis keluar malah terlihat lebay dan dibuat-buat.

itu aja sih. Overall film ini bagus dari sinematografi. Sangat disarankan untuk kamu yang penyuka horor.

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

One Comment

  1. banyak yg bilang, film ini lebih bagus dari tema horor yg ada. Lebih menakutkan dari PS, tapi komentar yg ini pendapat personal aja saya kira. Tapi klo memang memanfaatkan psikologi, berarti memang garapannya oke dan saya jadi tertarik nonton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *