Review Gundala (2019)

Gundala 2019 adalah sebuah film superhero asli Indonesia. Gundala adalah film pertama dalam Jagat Cinema Bumi Langit atau Bumi Langit Cinematic Universe. Gundala sendiri adalah adaptasi dari komik yang ada 50 tahun yang lalu. Lama banget ya?

Ini Gundala 101 sebagai pengantar siapa sih Gundala itu?

Sutradara dari film ini adalah Joko Anwar yang kita sudah tahu bahwa beliau dulunya adalah sebuah kritikus film dan saat ini sudah menelurkan film-film yang sudah diakui bagus. Salah satu yang sukses dan legendaris adalah Pengabdi Setan. Selain itu, beberapa deretan filmnya adalah A Copy of My Mind, Janji Joni, Modus Anomali dan Kala.

Trailer Gundala

Diceritakan Sancaka adalah bocah kecil yang ayahnya meninggal karena pemberontakan buruh pabrik. Sedangkan ibunya meninggalkannya sewaktu masih kecil. Lalu sancaka hidup di Jalanan. Ketika ia dikejar kawanan preman, Sancaka diselamatkan oleh Awang. Awang mengajarinya beladiri dan sampai akhirnya Awang meninggalkannya.

Sancaka tumbuh besar. Ia menjadi Security dan tinggal di sebuah rusun. Suatu hari ia bertemu tetangganya Wulan yang mati-matian membela pasar dekat mereka tinggal dari serangan preman.

Kekuatan Sancaka sebenarnya sudah ada sejak ia kecil, namun ia baru menyadarinya ketika sudah dewasa. Di suatu ketika, ia disambar petir dan menjadi kuat. Ia berhasil mengalahkan 30 preman.

Suatu saat pasar dibakar, ia tidak bisa menyelamatkannya. Tapi ia memburu siapa dalang pembakaran tersebut. Dan inilah yang membuat ia bertemu dengan kaki tangan Pengkor. Pengkor sendiri adalah Villain di film ini.

Pengkor adalah seorang Yatim Piatu dengan muka terbakar separuh karena kejadian di masa kecilnya. Ia sangat jenius dan memiliki ribuan anak buah di yang tersebar di seluruh negeri.

Apakah Gundala bisa menang? Silakan tonton di bioskop terdekat

Film Awal Sebuah Universe

Gundala memang seakan-akan dibuat untuk mengawali sebuah universe. Karena memang ada beberapa part yang belum terjawab di film ini. Banyak banget adegan menggantung yang belum terjawab.

Mulai dari kemana ibunya pergi. Kelanjutan kisah Gundala dengan Awang dan munculnya Sri Asih secara tiba-tiba.

Akan Muncul Tokoh-tokoh Baru

Memang akan muncul tokoh-tokoh baru di film selanjutnya. Sebagai pengembangan dari tokoh-tokoh di film ini. Seperti Wulan yang akan menjadi Merpati, Awang yang akan menjadi Godam dan tentu saja Sri Asih yang muncul di akhir dan Post Credit Scene.

Apakah film ini enak ditonton?

Jawabannya tentu saja iya. Visual yang sangat artistik dan pengambilan gambar yang sangat epik. Ini patut diacungi jempol. Apalagi di waktu awal-awal scene sungguh memorable dan digarap dengan baik. Setup karakter sancaka dibuat sangat intense dan menarik meskipun agak menurun di tengah film.

Yang menurut saya kurang di film ini adalah isu politik dan kemunculan karakter yang kaya gak ada habisnya. Kaya gabungin karakter-karakternya itu mesti sabar dan jadinya kurang fokus. Selain itu ada beberapa CGI yang mengganggu/

Film yang potensial

Film ini jelas sangat potensial. Akan membuat standar sendiri untuk film-film selanjutnya. Akan sangat berat film selanjutnya. Selain memang standar yang dibuat di Gundala, dan tentu permasalahan CGI yang akan menjadi lebih instense di film-film selanjutnya. Gundala mah enak, petir, yang notabene partikel-partikel. Coba nanti Aquanus, Dewi Api dan Sri Asih. Berharap gak kaya CGI di film-film malam Indo***r jaman dulu sih.

Dari sudut pandang industri, tentu saja akan menjadi banyak bermunculan industri-industri lain seperti mainan, komik, dan cosplay.

Simpulan

Pada akhirnya Gundala adalah film superhero yang menghibur dan tata visual yang bagus banget. Saya sangat menikmatinya.

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *