Review Film : Teman Tapi Menikah

Akhirnya mencoba menulis lagi setelah terakhir nulis tentang Love for Sale yang menurut saya salah satu film bagus di 2018. Falcon setelah sukses dengan Dilan akhirnya muncul lagi dengan Teman Tapi Menikah. Sebuah film yang berasal dari kisah nyata Ayu Dia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Pemerannya Vanesha Priscilla dan Adipati Dolken.

Banyak yang menyayangkan sebenernya kenapa Vanesha main lagi. Padahal penonton masih dimabuk oleh suasana Dilan yang sangat hype dan menyedot 6 juta penonton. Angka yang gak main-main. Tapi Falcon entah berpikir seperti apa dan akhirnya terjadilah ini film. Banyak juga penonton yang menyayangkan kenapa Vanesha gak nunggu dulu sampai euphoria Dilan benar-benar usai. La ini Falcon malah nayangin Trailer TTM di awal film Dilan. Sempat banyak drama di kalangan netizen. Ada yang mendukung tapi ada banyak juga yang menghujat. Biasa lah netizen Indonesia.

Film TTM ini sebenernya udah kelihatan kan ceritanya gimana? Tentu saja pertemanan Ayu (yang di film ini dipanggil Uca) dengan Ditto dan ujungnya juga sesuai dengan judulnya.

Di awal scene diawali dengan akapela di kafe ala-ala Eka Gustiwana. Saya kira bakal ada banyak yang kaya gini tapi ternyata hanya ada satu scene aja.

Ditto nungguin Ayu di sebuah kafe. Ditto ceritanya mau menyatakan cinta, tapi Ayu malah cerita orang lain. Akhirnya Ditto Flashback ke awal ia mengenal Ayu. Dari hanya bisa lihat di layar kaca, sampai akhirnya sebangku di SMP. Mereka bersahabat sampai akhirnya mereka SMA dan masih sahabatan. Mereka punya pacar masing-masing. Meskipun ternyata Ditto memendam suka ke Ayu. Ini lebih ke Kuch Kuch Hota Hai sih. Soalnya Ayu nya suka sama orang lain.

Pas kuliah mereka harus pisah. Ditto di Bandung, Ayu di Jakarta. Mereka akhirnya sama-sama punya pacar. Sampai akhirnya berada di scene di kafe itu. Setelah itu, endingnya guys. Penasaran? Silakan tonton di layanan streaming HOOQ/VIU dll.

Cerita

Kalo secara cerita jangan harepin twist atau apa. Udah pasti jalannya ya kaya gitu. Endingnya? Ya kaya gitu. Kita akan disuguhkan oleh adegan dan dialog konflik ABG ibukota yang tentu saja karena ini lebih ke cinta, maka ada cinta-cintaannya. Kalo penyelesaian konfliknya saya rada kurang sreg. Kalo kamu pernah lihat AADC2 ya kurang lebih kaya gitu. Sayapun juga kurang sreg dengan AADC2. Tapi ya karena ini based on true story gak bisa disalahkan. Kalo diubah juga nantinya malah gak sesuai sama kenyataan.

Akting

Vanesha mungkin lebih punya tantangan main di film ini karena emang gak datar kaya di Dilan. Terhitung kalo menurut saya di Dilan yang cukup menguras konsentrasi acting adalah ketika Dilan berantem dan Mileanya khawatir. Karena memang di Dilan banyak menjual dialog-dialog nyeleneh tapi maknyus dari ayah Pidi Baiq. Kalo di TTM ini Vanesha terlihat lebih “akting”. Selain itu, di TTM ini banyak sekali dialog jaman sekarang yang notabene itu Vanesha banget.

Scene favorit

Kalo scene favorit sih pas Ayu dan Ditto mau pisah. Ditto berangkat ke Bandung dan say goodbye ke Ayu. Ditto menahan mewek dan Ayu pun juga demikian. Terlihat banget sangat natural keduanya. Sangat bagus.

Selain itu, saya suka banget pas Ayu naik Vespa Ditto pertama kali. Pas saat itu juga Ayu putus sama Darma. Pas dibonceng, Ayu marah-marah dan kesel sambal bilang “Darma B*NGSAT”.

Tentang sebuah motivasi dari orang lain

Banyak yang bilang kalo motivasi terbaik adalah dari diri sendiri. Ini ada benarnya, tapi di film ini kita juga belajar bahwa motivasi terbaik juga bisa dari orang lain. Kata-kata Ayu begitu menghipnotis Ditto dan membuat Ditto termotivasi. Dari awalnya beli Vespa pake uang sendiri, sampai akhirnya Ditto beli mobil hasil usaha sendiri. Kata-kata Ayu membuat Ditto menjadi lebih semangat 10 kali lipat.

Dan kata-kata “Gue bangga sama Lo!” udah cukup membuat Ditto senang.

Akhirnya, film ini cukup menghibur. Ada juga hal yang bisa dipetik. Dan ini juga sangat relate sama kehidupan kebanyakan orang saat ini. Gimana seorang cewek sama cowok kalo sahabatan akan sangat rentan untuk ada rasa suka satu sama lain. Dan ini juga banyak sekali. Dan banyak juga yang friend zone. Tapi gak jarang juga yang keluar dari zona friend jadi girlfriend atau boyfriend sampai akhirnya jadi lifefriend (teman hidup maksudnya :D).

Oke gitu aja. Makasih yang udah mau baca. Sampai ketemu di film selanjutnya!

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *