Review Film : 22 Menit

Setelah penasaran sama trailernya akhirnya saya memutuskan untuk nonton film action 22 Menit. Tapi ternyata eh ternyata durasinya adalah 71 menit. Dasar pembohong. Tapi kutetap nonton.

22 menit adalah sebuah film yang menceritakan kejadian Bom di Tamrin pada 2016. 22 menit di sini adalah jumlah waktu Polisi untuk melumpuhkan teroris di Bom Sarinah.

 

Kalo lihat trailernya sih lumayan bagus dan bikin penasaran. Bagaimana isi di dalamnya? lets see.

Film ini disutradarai oleh Eugene Panji. Eugene Panji sebelumnya adalah penggarap dari Naura and the Gank, Buang dan Cita Citaku setinggi tanah. Cukup aneh dengan akhirnya beliau menggarap film ini karena bukan flm yang biasa ia bikin.

Film ini juga dibintangi sama Ucup atau Fani Fadilah yang menjadi kakak dari korban (Ence Bagus) yang kena sniper.

Kenapa meskipun ini film 22 menit tapi ternyata 71 menit? Karena ada scene berulang yang menceritakan sebuah kejadian yang seharusnya parallel dan akhirnya diceritakan secara bergantian dari berbagai sudut pandang. Hal ini membuat suasana menjadi tegang dan mencekam.

Secara teknis film ini cukup bagus. Sekali lagi yang mengganjal adalah masalah CGI. Meskipun ada efek ledakan yang kelihatan jelek. Tapi overall cukup membuat suasana menjadi seperti di tempat kejadian. Apalagi masalah sound yang saya rasa gak main-main. *kalo kamu nonton di bioskop ya.

Spoiler alert

Satu yang disayangkan dari film ini adalah penjahatnya yang sangat dikontrol oleh pak. Hal ini pula yang membuat klimaksnya ya udah gitu doang. Udah nunggu nunggu juga gak kelihatan juga.

Kelihatan banget kalo film ini sangat ingin mempromosikan polisi. Mulai dari kesigapan merespon teroris dan bagaimana senjata yang ada. Tapi sayangnya sangat mengganjal karena terjadi dengan sangat sangat cepat.

Ada cameo-cameo yang menurut saya sangat cerdas. Salah satunya adalah adanya suara vincent dari radio yang seakan-akan memberikan gambaran keseharian warga jakarta. Ada juga Tito Karnavian yang menjadi cameo dan terkena tilang gara-gara gak pake helm.

Overall sebenernya kurang banget dramanya. Memang ada beberapa subplot yang membangun. Tapi kurang cukup kuat untuk memberikan sebuah benang merah yang mungkin kita sudah menduganya bakalan seperti ini.

 

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *