Dua Garis Biru, Film dengan Pesan Pentingnya Sex Edukasi

Halo guys. Mau cerita tentang sebuah film yang mengangkat isu sosial yang baru-baru ini bikin heboh. Yaitu Dua Garis Biru.

Dua Garis Biru adalah sebuah film dari Gina S. Noer dan dibintangi oleh Adhisty Zara sebagai Dara dan Angga Yunanda sebagai Bima. Serta ada beberapa peran penting lainnya Lulu Tobing sebagai ibu Dara, Dwi Sasono sebagai ayah Dara, Cut Mini sebagai ibu Bima, Arswendy Bening Swara sebagai ayah Bima, Rachel Amanda sebagai Dewi, kakak Bima.

Disclaimer : ini sedikit berspoiler

Dua Garis Biru bercerita tentang dua orang anak SMA (Bima dan Dara) yang bersahabat, namun akhirnya kebablasan dan melakukan tindakan yang akhirnya membuat mereka kecelakaan. Berhubungan suami istri.

Sebelum lebih lanjut, mari kita cek dulu trailernya :

Awalnya mereka berencana akan merahasiakan apa yang telah mereka lakukan. Tapi keadaan semakin gawat ketika Dara mencoba test pack dan positif hamil.

Bima awalnya menghindar, menyesali dirinya dan perbuatannya.

Mereka sempat terbesit untuk menggugurkan kandungan mereka. Namun akhirnya niat tersebut diurungkan.

Akhirnya mereka ketahuan ketika ada insiden ketika olahraga dan Dara khawatir dengan keadaan bayinya. Mereka harus mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan di keluarga masing-masing.

Konflik

Banyak banget konflik yang terjadi. Mulai dari gimana menghadapi kehilangan mimpi-mimpinya, gimana menghadapi konflik di keluarga, sampai gimana menghadapi konflik suami istri.

Ego masa muda tidak bisa dihindari. Dara yang punya mimpi untuk kuliah di Korea, sedangkan Bima yang terus dituntut untuk sekolah sambil kerja.

Tidak ada alasan untuk memboikot

Setelah melihat film, kita akan merasa bahwa tidak ada adegan yang membuat film ini diboikot. Kalo kalian merasa bakal ada adegan ena-ena, kalian gak akan melihatnya.

Yang ada kita akan menyelami situasi bagaimana rasanya melakukan kesalahan besar yang ditanggung karena kenikmatan sesaat.

Sex Edukasi itu Penting

Salah satu isu tabu yang jarang diangkat di Indonesia adalah tentang sex edukasi. Ada satu part di mana Ibu bima berujar. ‘Andai kamu mama kasih tahu,mungkin hasilnya gak kaya gini’

Ini sangat relate buat para orang tua untuk mulai ngasih edukasi sex sejak usia dini.

Ost Dua Garis Biru

Dua garis biru didukung ost yang menurut saya sangat pas. Beberapa diantaranya :

Muda, tangguh, perkasa (Angga dan Serigala), Biru (Banda Neira), Growing up (Rara Sekar), Sorry (Pamungkas), Sulung (Kunto Aji). Dan satu lagu lama yang dipakai adalah Jikalau (Naif)

One take long shot

Salah satu daya tarik dari film Dua Garis Biru adalah bagaimana film ini bercerita. Yaitu menggunakan teknik sinematografi One Take Long Shot dan tanpa backsound. Membuat kita benar benar merasa berada di situasi tersebut.

The best scene : pas di UKS.

Simpulan

Pada akhirnya Dua Garis Biru adalah salah satu film yang menarik untuk ditonton. Kualitas penceritaan, experience yang didapat penonton dan pesan moral yang ada menjadi alasan bahwa film ini adalah film yang bagus.

Selain itu, humor yang pas serta kualitas sinematografi yang juara membuat pesan yang disampaikan serasa tidak menggurui.

Cukup menampar bagi generasi muda yang mau melakukan sex before married.

Bonus : Quote

Bima : Bu, tiap saat Bima berdoa, kalo misal Bima masuk neraka, Ibu jangan ikut masuk ya
Ibu : Ibu selalu berdoa, supaya kamu masuk surga
Bima : Emang masih bisa ya bu
Ibu : Kalo ibu saja perlahan-lahan bisa memaafkan kamu, apalagi Allah

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *