A Journey to Tana Toraja

Halo guys! Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat di Sulawesi Selatan yaitu Tana Toraja. Saya berkunjung ke sana bareng Asri dan Keluarganya.

Tana Toraja adalah salah satu kota di Sulawesi Selatan. Karena saya di Balikpapan, maka saya harus naik pesawat ke Makassar terlebih dahulu. Lalu selanjutnya saya melanjutkan perjalanan darat ke Kabupaten Tana Toraja. Perjalanan dari Makassar ke Tana Toraja sangat jauh. Waktu tempuh bisa mencapai 9 jam perjalanan. Jadi siap-siap saja ya.

Perjalanan ke Tana Toraja melewat beberapa kabupaten. Antara lain Maros, Mandalle, Pare-pare dan Enrekang. Di sepanjang perjalanan, kita akan banyak disuguhkan pemandangan sawah yang membuat mata kita menjadi sejuk. Selain itu, ada juga rumah adat Sulawesi Selatan yang sangat khas.

Karena saya sampai ke Tana Toraja pada malam hari, maka saya harus menginap di hotel. Selanjutnya saya pergi ke tempat wisata di Tana Toraja.

Lemo

Lemo adalah sebuah kuburan di tebing. Loh kenapa kuburan kok di tebing? ternyata kepercayaan warga Tana Toraja, tanah adalah untuk sesuatu yang hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Konon Lemo sudah ada di abad ke 16 sebagai kuburan dari kepala suku Tana Toraja. Di depan kuburan itu, terdapat patung replika orang yang meninggal. Patung tersebut bernama Tau Tau. Untuk Lemo sendiri, adalah tebing yang dilubangi lalu dimasukkan jenazah di dalamnya.

Kadang gak habis pikir. Bagaimana caranya mereka memasukkan jenazah ke tempat setinggi itu?

 

Londa

Londa adalah kuburan yang berada di tebing. Bedanya dengan Lemo. Di Londa, tebing yang ada tidak dilubangi. Jenazah yang ada langsung dimasukkan ke lubang yang memang sudah ada di gua dan tebing. Sama seperti Lemo, ada juga Tau Tau yang merepresentasikan orang yang meninggal.

Di Londa, ketinggian adalah simbol dari derajat jenazah. Semakin tinggi, maka orang tersebut mahsyur ketika hidup. Begitupun sebaliknya. Ada juga yang meninggal dengan cara  bunuh diri, dimasukkan ke goa bawah tanah. Jika kamu masuk ke goa, maka makin banyak tengkorang berserakan. Untuk masuk ke goa, kamu harus menyewa lampu dengan harga 50 ribu. Namun jangan khawatir, bisa digunakan untuk beberapa orang.


Kete Kesu

Kete Kesu adalah sebuah daerah tempat perumahan adat suku Toraja. Tempatnya dikelilingi oleh sawah padi yang sangat luas dan hijau. Di sini kita bisa melihat rumah adat toraja yang bernama Tongkonan. Memang saat ini sudah tidak ditinggali dan dibukan untuk umum. Kondisinya masih terawat dan bagus.

Dan sampai akhirnya saya kembali ke Makassar dan kembali ke Balikpapan.

Tana Toraja adalah sebuah tempat yang sangat menjaga adat istiadat leluhur mereka. Bahkan sampai sekarang. sayangnya kemarin saya datang ketika natal dan tidak ada festival kematian ataupun thanksgiving festival.

 

3 thoughts on “A Journey to Tana Toraja”
Leave a Comment

ARCHIVE
KATEGORI
KOMUNITAS