Hidup di Balikpapan #1 : Bandara Sepinggan. Megah dan Luar Biasa!

Halo guys. Tiba saatnya untuk melanjutkan series #hidupdibalikpapan. Kali ini saya mau cerita tentang Bandaranya. Sejak pertama ke Balikpapan naik pesawat tentunya singgah ke Bandara Sepinggan ini. Dan kata yang langsung terucap adalah. Amazing!

Namanya adalah Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan atau biasa disebut Bandara Sepinggan. Bandara Sepinggan sendiri terletak di Jalan Marsma. R. Iswahyudi, Balikpapan Selatan. Letaknya gak jauh-jauh amat dari kosan saya sekarang.

Bandara Sepinggan adalah satu-satunya Bandara di Kalimantan Timur yang melayani rute ke luar kalimantan. Sementara bandara lain seperti Samarinda dan Berau harus ke Balikpapan terlebih dahulu untuk menuju ke luar Balikpapan.

Bandara ini dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I dan dibuka pada tanggal 6 Agustus 1997. Bandara ini memiliki luas 300 hektar dan merupakan bandar udara ke-4 terbesar dari 13 bandara yang dikelola PT. Angkasa Pura I. Rencana pengembangan pada lahan-lahan yang tersedia di sekitar bandara ini terus dilaksanakan, antara lain hotel transit meeting room, restoran dan mini market.

Pembangunan bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman telah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda sebelum waktu kemerdekaan Indonesia. Itu digunakan terutama untuk kegiatan perusahaan minyak Belanda di daerah Balikpapan. Bandara ini menjadi bandara publik dan komersial setelah pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia pada tahun 1960. Bandar udara ini akhirnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura I (sekarang PT Angkasa Pura I) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.1 pada tanggal 9 Januari 1987.

Bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman telah direnovasi dua kali selama 1991 sampai 1997. Fase pertama dimulai pada tahun 1991 dan berakhir pada tahun 1994, untuk merenovasi taxy way, terminal penumpang dan kargo dan juga memperpanjang landasan pacu. Pada tahun 1995, pemerintah Indonesia mengumumkan bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman sebagai bandara kelima Indonesia embarkasi haji untuk kalimantan (Borneo) wilayah yang juga terdiri dari provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Fase kedua renovasi terjadi pada tahun 1996 untuk merenovasi hanggar, depot bahan bakar, dan gedung administrasi. Fase kedua selesai dan bandara akhirnya mulai era baru operasionalnya dengan bangunan baru dan fasilitas pada tahun 1997.

Sederet prestasi pernah diraih oleh Bandara ini. Antara lain, menjadi bandara terbaik di Indonesia pada tahun 2014 dan menjadi bandara terbaik ke 16 di dunia pada tahun 2015.

Konsep tradisional ini sesuai dengan pemilihan nama “Sepinggan” yang sejatinya menyadur dari bahasa Dayak Paser yang artinya “satu piring” atau penggambaran dari rasa persatuan dan kesatuan warga Balikpapan yang heterogen saat itu. Namanya sesuai pula dengan nama lokasi Kelurahan Sepinggan yang berada di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota.

Arsitektur bandara mencoba mengingatkan pengunjung akan keindahan hutan tropis Borneo berbalut tiang-tiang beton. Hampir di setiap sudut Bandara Sepinggan dihiasi  taman-taman buatan yang berhiaskan berbagai jenis anggrek, yang satu di antaranya anggrek hitam.

Semua itu dipadukan dengan kenyamanan penumpang berkat adanya fasilitas garbarata, tangga berjalan, lift, hingga fasilitas parkir yang  mampu menampung ribuan kendaraan bermotor serta pengamanan kelas wahid.

Mobil pengantar penumpang langsung menapak lantai tiga Bandara Sepinggan yang memang dikhususkan bagi keberangkatan penumpang pesawat. Pemisahan terminal keberangkatan dengan kedatangan pesawat di lantai dasar Bandara Sepinggan disengaja agar tidak terjadi penumpukan arus penumpang yang bisa mengurangi kenyamanannya.

Dinding kaca berdiri gagah di kiri, kanan, hingga bahkan atap Bandara Sepinggan agar lampu penerangan bisa dipadamkan pada siang hari. Meski demikian, suasana dalam gedung tetap segar berkat peralatan pengontrol suhu udara yang disesuaikan dengan jumlah pengunjung ataupun kondisi cuaca Kota Balikpapan. Bandara Sepinggan memaksimalkan dinding-dinding kaca guna meminimalkan penggunaan energi listrik yang memang terbatas di Balikpapan.

Jenuh menunggu jadwal keberangkatan pesawat? PT Angkasa Pura Balikpapan, selaku otoritas Bandara Sepinggan, sudah menyiapkan sarana pusat belanja berbagai produk ternama negeri. Lokasinya pun bisa dijangkau dengan menuruni tangga berjalan di lantai dua bangunan Bandara Sepinggan yang dikombinasikan dengan sarana kuliner siap saji.

Yap mungkin itu sedikit cerita tentang Bandara Sepinggan. Oiya. Kalo kalian pernah lihat Video Clipnya Jetlag dari Simple Plan, mungkin akan seperti itu.

Berikut beberapa pemandangannya :

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *