Halo guys. Saya beberapa hari ini berkunjung ke sebuah kota baru dan provinsi baru. Kota itu yaitu Kota Tanjung Selor di Kalimantan Utara.
Mengapa saya ke sini? saya bersama rekan saya Pak Ardiyansyah melakukan sosialisasi ke beberapa Camat untuk ijin pengelolaan lingkungan yang saat ini disebut UKL UPL proyek pembangunan Gardu Induk dan Transmisi Tanjung Selor – Tidang Pale – Malinau.
Saya berangkat dari Balikpapan naik pesawat ke Tanjung Redep. Selanjutnya saya harus naik perjalanan darat ke Tanjung Selor dengan waktu sekitar 4 jam. Waktu yang cukup lama untuk sebuah perjalanan. Untungnya di sepanjang perjalanan ada banyak pemandangan indah bukit-bukit dan hutan di Kalimantan.
Sampai di sana, kehidupannya sangat sepi. Jalanan sangat lengang. Waktu saya tanyakan di mana pusat kotanya, ternyata ya inilah pusat kotanya.
Selanjutnya saya pergi ke hotel. Saya menginap di Hotel Grand Pangeran. Harganya lumayan mahal, 420rb semalam. Just FYI, hotel di sini sangat langka, jadi pilihan tidak terlalu banyak. Mengingat saya sudah terlalu malam, akhirnya saya pesan juga nih hotel.
Setelah itu saya makan di sebuah kafe. Kafenya ternyata sangat bagus dan ada live musicnya.

Sepanjang saya di sana, saya sering mengalami pemadaman listrik. Wajar karena daya di sini memang masih sangat kurang. That’s why saya kesana. Memudahkan pembangunan jaringan listrik di kalimantan utara. Makanya, kamu yang sudah punya listrik di rumah, harusnya bersyukur. Mati sekali-sekali jangan terlalu mengeluh. Banyak teman-teman kita di sana yang mati listrik bisa sampai kaya minum obat. 3 x sehari.
Oiya, selain itu, di sini sangat sulit sinyal handphone. Bahkan Telkomsel yang katanya jaringannya bagus se-Indonesia Raya juga jarang sekali sinyal.
Akhirnya besoknya saya menjalankan tugas dan langsung pulang.
Some of photos :
