
Percayakah kamu? bahwa Indonesia kota akan segera menjadi smart city?
Jika melihat kenyataan di lapangan. Ada kota yang sangat berpotensi ada juga yang cukup pesimis. Contohnya saja kota-kota yang sinyal seluler aja susah, boro-boro smart city.
Tapi kita perlu bermimpi. Karena dimulai dari beberapa kota ini akan menjadi embrio dan percontohan dari kota lain untuk juga mulai melaksanakan smart city.
Kenapa smart city?
Karena smart city diyakini mampu memberikan solusi permasalahan-permasalahan di sebuah kota. Diyakini dengan konsep smart city, sebuah kota akan jauh lebih baik. Selain itu, konsep smart city juga dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan masyarakat perkotaan dan untuk penghematan sumber daya menjadi lebih baik melalui informasi yang mudah dan membuat proses yang lebih singkat dari pada proses konvensional.
Bagaimana idenya?
Beberapa kota sudah ada yang menerapkan konsep smart city. Berikut adalah ide saya.
Mudahnya tata kelola perijinan
Perijinan tak perlu lama lagi. Semuanya bisa dilakukan via online. Pengurusan ijin tidak perlu datang ke kantor dan dapet pungli. Status perijinan juga dapat dimonitor secara real time. Bayar tinggal via rekening.
Real time transportation monitoring
Saya membayangkan, ketika kita akan pergi ke suatu tempat, kita hanya perlu mengetikkan tujuannya dan foila! kita akan disuguhkan rekomendasi terbaik terkait waktu dan harganya. Selanjutnya bisa langsung pesan di tempat dan penumpang akan tahu bahwa ketika menunggu harus menunggu seberapa lama.
Tiketnya langsung dapat dibeli online atau ada nfc di kendaraan yang nantinya ditagihkan ke penumpang di akhir bulan. Dengan hal tersebut kita tidak perlu antri dan membeli tiket. Semuanya online.
Mengontrol pelanggaran lalu lintas
Gak perlu lagi yang namanya petugas jalan raya yang menilang lalu masuk ke kantong petugas. CCTV dapat dipasang di setiap titik dan dapat mendeteksi kendaraan mana yang melanggar lalu lintas. Selanjutnya jika ketahuan melanggar, maka akan langsung dikenakan tagihan yang dibebankan ketika membayar pajak kendaraan.
Antrian online
Salah satu yang bikin sebel ketika kita ke rumah sakit adalah antriannya. Sangat banyak. Dengan antrian online, kita bisa ambil antrian di rumah. Selanjutnya, kita tinggal datang ketika memang kita gilirannya. Kita tak perlu berlama-lama. Semuanya efektif.
Pemantauan lalu lintas, pendeteksi kemacetan
Dengan community based, pengguna kendaraan dapat mengetahui titik mana yang macet. Sehingga pengguna jalan lain dapat mengetahuinya dan akhirnya pengguna jalan dapat memilih jalan alternatif dengan kondisi yang lebih baik.
Jangan sampai tertipu dengan harga barang. Cek harganya via online
Penduduk kota tak perlu resah terhadap harga belanjaan yang terlampau tinggi. Semuanya dapat dicek secara online dan diupdate secara real time.
Punya keluh kesah? sampaikan melalui aplikasi lapor
Aplikasi ini sudah ada di Bandung. Jadi pengguna dapat melaporkan apa yang dialaminya dan harapannya akan segera mendapat bantuan dan penyelesaian. Semuanya dapat dimonitor oleh pejabat setempat dan diakses secara real time.
Satu kartu untuk semua
Saya membayangkan semua penduduk punya sebuah kartu yang bisa digunakan untuk bermacam-macam. Terbuat dari NFC, bisa digunakan untuk parkir. Sehingga parkir tak perlu antri ketika membayar. Hanya perlu tempelkan kartu dan semuanya terbayar. Transportasipun demikian.
Intelligence Traffic and Lighting
Lampu jalan dapat beroperasi secara pintar. Akan mati ketika siang, dan akan menyala ketika malam. Dengan sensor cahaya, lampu akan otomatis hidup ketika mendung datang. Selain itu, lampu lalu lintas juga akan dapat menyesuaikan volume kendaraan yang ada. Sehingga jika tidak macet, lampu hijau akan kembali ke merah. Sedangkan jika padat, maka lampu hijau akan menyala lebih lama.
Oke. Itu tadi adalah beberapa mimpi, angan-angan dan ide saya untuk Smart City Indonesia. Mungkin agak susah. Tapi dengan semangat dan kemauan kita pasti bisa mewujudkan Smart City Indonesia.
—
– picture edited from freepik