
Pandemi memang membuat sebagian orang menjadi susah. Di antaranya adalah kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang membiayai kehidupan kita. Hal tersebut bukan tidak mungkin juga akan terjadi pada kita. Oleh sebab itu, perlu bagi kita untuk mempersiapkan dana darurat.
Dana darurat adalah sebuah dana yang bisa kita tarik suatu saat kita menghadapi keadaan darurat. Namanya darurat pasti tidak bisa kita duga-duga kapan datangnya. Bisa sebulan lagi, bisa seminggu lagi, atau juga esok hari.
Dana darurat disiapkan secara khusus dan tidak bisa diganggu gugat. Selain itu, kita harus bisa mengambilnya sewaktu-waktu jika diperlukan.
Pandemi Covid ini sudah menjadi contoh nyata bagaimana seseorang bisa kehilangan pekerjaan. Ketika kehilangan pekerjaan, maka akan ada ketimpangan antara pendapatan dan pengeluaran. Pendapatan akan berhenti, dan pengeluaran kita tetap jalan. Lalu bagaimana kita bisa bertahan hidup? ya dengan dana darurat tersebut.
Dana darurat sendiri cara menghitungnya sangat mudah. Yaitu dengan cara mengalikan pengeluaran dasar kita dengan 6 atau jika di pandemi seperti ini bisa dibesarkan lagi hingga 12 kali.
Misal Fulan dalam sebulan memiliki pengeluaran 10 juta, maka dana darurat minimal yang perlu dikumpulkan adalah 60 juta rupiah.
Namun rumus tersebut tidak saklek seperti itu, disesuaikan saja dengan seberapa cepat kita mengumpulkannya kembali setelah dipakai. Tentu semakin tidak produktif maka akan perlu semakin banyak dana darurat yang harus dikumpulkan.
Berikut adalah cara mengumpulkan dana darurat:
1. Hitung pengeluaran
Silakan hitung pengeluaran dasar anda. Seperti contohnya makan, tagihan dsb. Intinya uang tersebut harus anda keluarkan setiap bulan. Cara menghitungnya, bisa menggunakan aplikasi di smartphone anda, atau bisa juga di excel atau google spreadsheet.
2. Hitung dana darurat yang dibutuhkan
Selanjutnya hasil perhitungan tersebut kalikan dengan 6 s.d 12. Maka kita akan mendapatkan angka dana darurat yang perlu kita kumpulkan.
3. Kumpulkan tiap bulan
Kumpulkan tiap bulan di tempat yang terpisah dari tempat kita menyimpan uang untuk bertransaksi agar tidak terpakai untuk keperluan lainnya.
Untuk menyimpan dana darurat tentu kita harus menyimpannya di tempat yang mudah dicairkan. Kita bisa menyimpannya di rekening bank (terpisah dengan rekening utama) atau bisa juga di Reksadana Pasar Uang (RDPU) atau bisa juga dicampur komposisinya di kedua tempat tersebut.
Mengapa RDPU? karena RDPU menawarkan return yang lumayan dan memiliki risiko rendah karena kestabilan harganya. Selain itu, RDPU juga bisa dicairkan dengan cepat.
Sekian posting tentang dana darurat kali ini. Semoga bermanfaat dan dimudahkan ya.
Bahas soal pilihan investasi dan ilmu investasi buat pemula dong kak
Terima kasih masukannya. Insya Allah ditambahkan ya