Sebelum Memulai Investasi

Halo semua. Ini adalah konten tentang investasi pertama di 2021. Kali ini kita akan membahas tentang apa aja sih yang perlu disiapkan sebelum investasi. Ini adalah murni sebuah pengalaman dan dicampur dengan pengetahuan yang saya miliki. Mari kita simak sama-sama.

Beberapa waktu belakangan, pasar saham menjadi rame banget. Akhirnya orang-orang yang nyobain nyemplung saham banyak banget. Apalagi di market yang lagi bullish kemarin, banyak banget yang nyemplung ke saham. Tapi sayangnya, banyak banget cerita pilu di mana mereka menggunakan uang yang tidak dingin untuk berinvestasi. Kasarnya, uang dingin itu uang yang tidak akan kita gunakan dalam waktu dekat seperti membayar spp anak, membayar kebutuhan sehari-hari, maupun membayar hutang.

Dan sampai akhirnya saham itu turun, mereka jadi bingung. Atau istilah gaulnya adalah “nyangkut”.

Nah dilatar belakangi permasalahan tersebut, maka saya membuat tulisan ini. Jadi apa sih kira-kira yang harus kita siapkan sebelum berinvestasi? Berinvestasi di sini saya maksudkan tidak hanya di saham ya, bisa di instrumen lain yang tentu saja ada resikonya.

1. Lunasi Hutang

Lunasi hutang kalo punya hutang, apalagi kalo hutangnya berbunga. Semakin lama menunda, maka bunganya akan semakin menggunung.

2. Siapkan Dana Darurat

Selanjutnya, siapkan dana darurat terlebih dahulu. Dana darurat ini penting banget kalo *naudzubilah* kalo suatu saat ada hal yang harus kita bayar, kita bisa menggunakan dana ini.

Dana darurat lazimnya 6 kali dari pengeluaran bulanan. Maksudnya gimana? maksudnya ketika mungkin kita tidak ada pemasukan, kita masih bisa bertahan hidup selama 6 bulan ke depan. Jangan sampai, misalnya kamu gak punya dana darurat, tiba-tiba uang kita diinvestasikan dan nyangkut. Ini bahaya banget.

3. Proteksi

Untuk proteksi ini biasanya bagi yang kerja, bisa menggunakan asuransi dari perusahaannya. Termasuk saya. Kalo nggak, ya pakai aja BPJS. Ini udah cukup sih untuk melindungi kamu.

Tapi masalah proteksi ini masih ada pro dan kontra ya hukumnya dalam islam. Kalo kamu gak setuju pake proteksi, strateginya kita bisa menambah dana darurat.

4. Ada Uang Dingin

Uang dingin ini juga gak kalah penting sih. Dan kalo bisa kamu jangan pake uang dari pinjol dan semacamnya. Karena investasi adalah sesuatu hal yang berisiko. Apalagi di Saham. Peluang nyangkutnya sangat tinggi meskipun menawarkan return yang tinggi juga.

Jadi pastikan kamu emang punya uang yang bener-bener nganggur dan gak akan kamu pakai dalam waktu dekat.

Gak masalah kok gak investasi dulu. Jangan takut ketinggalan kereta (FOMO). Market akan tetap ada, dan selama ada kegiatan perekonomian, instrumen investasi akan tetap ada.

5. Gunakan Tujuan Investasi

Nah, kalo yang ini adalah hal sunnah tapi cukup penting. Kita harus mendefinisikan tujuan investasi kita. Jangan sampai, kita berinvestasi tanpa arah. Kita harus mendefinisikan tujuan kita, berapa targetnya dan akan terealisasi pada kapan.

Contoh tujuan investasi :

  • Dana pendidikan anak SD 150 juta 5 tahun lagi
  • Dana rumah pertama 400 juta 3 tahun lagi
  • dsb

Nah, kalo sudah kita tetapkan, catat juga kita bisa mampu berinvestasi berapa banyak sih setiap bulannya. Hal ini akan memudahkan kita untuk memilih instrumen mana saja yang nantinya akan bisa mencapai tujuan investasi kita.

Oke itu dia beberapa tips dari saya yang saya praktikkan juga selama ini. Semoga bermanfaat. 🙂

satriahelmy

Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *