Hidup di Balikpapan #2 : Biaya Hidup

Halo guys. Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ketika kita pertama kali merantau adalah tentang …. biaya hidup.

Biaya hidup adalah biaya yang kita gunakan untuk hidup. *you dont say*. Maksudnya adalah biaya untuk kehidupan sehari-hari. Mulai dari makan, laundry, kendaraan dsb.

Kesan awal yang terbangun ketika hidup di Balikpapan adalah : MAHAL! Iya mahal. Mungkin kalo belum terbiasa kamu akan kaget setengah mati. Rasanya hidup segan mati tak mau. *lebay.

Tapi serius. Hidup di sini cukup mahal….. kalo gak tahu strateginya.

Pertama kali mendarat di Balikpapan, saya dihadapkan dengan ngekos harian. Kenapa? karena saya tidak tahu akan menetap lama di sini atau malah pindah ke tempat lain. Ngekos harian di sini adalah 100rb. Karena saya checkin siang hari dan saya harus checkout besoknya, maka saya harus ngekos selama 2 hari. Jadi dalam sekejap, sudah habis 200rb.

Lalu saya keluar untuk makan. Karena awal sekali, saya nyoba makan lalapan. Soalnya lalapan di Surabaya adalah standar termurah kaum mahasiswa. Lalapan 10rb itu udah mahal kalo di Surabaya. Tapi pas di Balikpapan, makan nasi, lele, es teh. Pulang-pulang habisnya 26rb.

Kaget.

Bagaimana tidak. Kosan udah 200rb. Makan siang pertama 26rb.

Oke. Itu hanya sekilas guys. Tapi sebenernya kalo kita nyari yang murah juga ada. Ada warung di sebelah lalapan tadi. Makan nasi sama ayam habisnya 13rb.

Kalo masalah harga bensin sama. Tapi di sini sangat sering habis. Jadi kamu harus memperhitungkan kapan bensinmu habis dan harus diisi.

Untuk Taxinya dari Bandara ke Jalan MT Haryono dikenakan tarif flat 70rb. Sangat mahal untuk ukuran tempatnya yang dekat. Mungkin akan lebih murah jika argonya berjalan. Tapi peraturan di Bandara mengharuskan kita untuk mau gak mau menggunakan tarif flat. What a life.

Potong rambut, biayanya 20rb. Agak mahal sedikit sih. Tapi masih normal.

Angkot di sini jauh dekat 5rb. Sama dengan Surabaya. Bedanya memang lebih bersih.

Kosan bulanan di sini lebih murah daripada kosan harian. Di sini sebulan 750rb. Sudah dapet kipas angin, tv, listrik, wifi, kamar mandi dalam, dapur bersama, kulkas bersama, dan galon bersama. Kalo mau yang AC ada juga sekitar 1.1-1.5 juta.

Masuk tempat wisata di sini kebanyakan gratis. Tapi untuk parkirnya bayar. Dan di pantai kadang kita masuk harus beli minuman dulu. Tapi murah aja kok. Teh kotak harganya 4000.

Lalu untuk makanan dengan merk nasional harganya sama saja dengan di Jawa. Tidak ada perbedaan.

Sedikit tips buat kamu kalo mau hemat makan di Balikpapan. Beli rice cooker. Dengan rice cooker, ini bisa menghemat makanmu.

Balikpapan sebuah kota yang menghargai orang yang memasak. Kalo kamu beli langsung jadi emang mahal. Tapi kalo bahan makanan ada kok yang murah. Semua pilihanmu. Mau murah tapi agak repot. Atau mahal tapi gak repot.

Pilihan hidup.

Oke! mungkin itu dulu cerita saya tentang biaya hidup di Balikpapan. Kalo ada pertanyaan, feel free to contact me yaw.

Comments

comments

satriahelmy

Blogger

7 Comments

  1. Waduuh, mahal banget ya.. Jadi mikir berkali-kali kalau harus merantau ke sana. Harus dapat pemasukan yang jelas-jelas besar kalau mau hidup di sana. Kalau enggak, Siap-siap lapeer, hahahaa

    • Iya mbak mahal banget. Apalagi yang sudah lama di jawa. Pasti tahu banget rasanya.

    • Lokasinya di daerah mana dulu mas?
      Kalo secara general, saya rekomendasikan di daerah Gang PLN(MT Haryono), Perumahan Pupuk, Sepinggan, dan Dom. Harganya rata-rata kalo non AC 750rb. Kalo AC sekitar 1,3 juta. Listrik sudah termasuk, kamar mandi dalam, TV, Lemari.

  2. Halo mas Helmy, saya mau tanya, mas ada rekomen untuk kosan terjangkau yg dekat dengan Total EP? Terima kasih

    • Maaf mas kurang tahu. Soalnya kayanya di sana rumah dinas semua deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *